Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru (02)

Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru (02)
By John Domiggus Kalor.

Mengapa Sumber Daya Alam kepulauan Aru berperanan penting bagi orang Aru?, pertanyaan ini akan dideskripsikan merujuk pada beberapa dampak negative yang sudah teridentifikasi sebagai akibat dari pembangunan (simaklah kembali tulisan terdahulu Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru 01). Adapun rincian penjelasannya sebagai berikut
1. Sumber Daya Kehutanan
Sumber daya Kehutanan (SDK) jika dikelolah dengan berkelanjutan maka akan mendatangkan kebaikan bagi Orang Aru dan Pemkab, dalam wujud peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemenuhan kebutuhan pokok Orang Aru. Beberapa pokok program yang dapat dikembang adalah inventarisasi hutan (Kleinn. 2007, Kangas A, and M Maltamo. 2006), rahabilitasi dan konservasi hutan, polocycle managament system, klasifikasi dan penetapan hutan berdasarkan fungsi (misalnya hutan produksi, hutan lindung, hutan wisata dan taman nasional). Misalnya hutan mangrove: manfaatnya untuk melindungi pesisir dari sedimentasi, sehingga luas daratan dapat dipertahankan; mencegah masuk naiknya air laut ke daratan, pengembangan fungsi hutan sebagai hutan lindung dan juga hutan Wisata. Fungsi penting lainnya untuk melindungi ”orang Aru” dari ancaman Tsunami, ingat posisi Aru berada pada dua lempengan aktif (lempeng Indo/India-Australia dan Pasific) dan termasuk dalam katagori 25 daerah rawan gempa di Indonesia dikatagorikan Departemen Energi dan Sumber Daya Meneral Republik Indonesia. Fakta lainnya Kepulauan Aru letaknya sangat rendah dan bercorak rata, bagian tertinggi pada kepulauan Aru hanya mencapai ketinggian 241m dpl, ketinggian rata-rata kepulauan Aru berkisar 40 m dpl. (O’Connor at all. 2005), sehingga dipahami bahwa Aru juga termasuk rawan Tsunami.
2. Sumber Daya Kehidupan Liar (Keanekaragaman Hayati)
Manfaat Kehidupan Liar (Keanekaragaman Hayati): Dapat berperan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sektor parawisata dan sektor budaya contohnya Orang Aru dan Pemkab dapat memaduhkan keindahan kehidupan liar dan keindahan kebudayaan dalam suatu momentum yang dapat kita sebut Festival Kebudayaan Aru. Manfaat dan nilai penting lainnya adalah di sektor pendidikan, menjadi object pengetahuan lokal dan penelitian bagi mahasiswa Aru.
3. Sumber Daya Laut
Sumber daya Laut (SDL) merupakan sumber daya dapat pulih kembali dan yang tidak dapat pulih. Sumberdaya dapat pulih terdiri dari berbagai jenis ikan, udang, rumput laut, termasuk kegiatan budidaya pantai dan budidaya laut (Dahuri at all. 2004). Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi mineral, bahan tambang/galian, minyak bumi dan gas (Dahuri at all. 2004). Jelaslah bagi kita orang Aru memiliki SDL yang dapat dipulihkan kembali, dan saat ini SDL Aru dalam kondisi terancam habis secara temporer karena tidak menggunakan system pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Dampaknya; jika selama ini Aru dikenal dengan daerah yang kaya akan sumber daya laut maka akan berubah menjadi daerah miskin baru sumber daya laut dan ini tentu akan terjadi jika kesalahan yang telah terjadi kita pertahankan.
4. Pencemaran Lingkungan;
Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi pencemaran air, udara, dan tanah. Lingkungan merupkan suatu sistem yang seimbang dan setiap unsur saling berhubungan untuk mempertahankan keseimbangan. Oleh pencemaran menyebabkan lingkungan mengalami perberubahan dari satu bentuk keseimbangan ke keseimbangan lainnya, dan perubahan keseimbangan lingkungan akan memberikan dampak negatif pada manusia dan ini merupakan ancaman bagi orang Aru. Dampak negatif dapat berupa ancaman kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Contoh ancaman Kesehatan, Sumber air minum dan pakai untuk kawasan kota Dobo, sesungguhnya sudah sangat kritis, alasannya stok air tanah atau air bersih selalu dipengaruhi oleh adanya resapan air hujan, resapan air laut, adanya vegetasi dan juga unsur lainnya. Sebagaimana diketahui kota Dobo dan sekitarnya adalah daerah rata, vegetasi sudah berkurang, pencemaran tanah tinggi, maka disimpulkan air bersih di kota Dobo sudah pasti telah tercemar. Maka Orang Aru akan terancam menjadi tidak sehat karena mengkonsumsi air yang telah tercemar, kemudian marilah kita urutkan, jika orang Aru tidak sehat maka pendidikan akan terhambat, pendidikan terhambat maka ekonomi orang Aru akan menjadi berkurang, ekonomi kurang maka orang Aru tidak sejahtera dan kebudayaan tidak dapat dilestarikan.
Pada hakekatnya Pengelolaan dan pemanfaatan SDA merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan yang mestinya dikembangkan dalam pelaksanaan program pembangunan di kepulauan Aru. Pertanyaan mengapa sumber daya alam kepulauan Aru penting bagi orang Aru?, ternyata dapat dipahami dari sisi positive dan negative, dan berdasarkan pemahaman ilmiah tersebut, maka dipahami bahwa Sumber Daya Alam sangat penting bagi Orang Aru dan pembangunan Kepulauan Aru. Pertanyaan berikut yang mesti dirumuskan solusinya adalah Bagaimana strategi Pengelolaan dan pemanfaatan SDA secara berkelanjutan dalam pelaksanaan program pembangunan di kepulauan Aru?

Topik menarik yang dapat direkomendasikan untuk dibahas oleh kita semua adalah:
1. Pengembangan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Kehutanan Kepulaaun Aru yang berkelanjutan.
2. Festival Budaya Kabupaten Kepulauan Aru 2015.
3. Komonitas Orang Aru Moderen
4. Kabupaten Aru daerah kaya sumber daya laut akan menjadi daerah miskin baru sumber daya laut.
5. Langkah Pengendalian dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan di Kepulauan Aru.
6. Pelestarian dan pengembangan Hutan Mangrove sebagai Hutan Wisata di kepulauan Aru.
7. Kepulauan Aru Rawan Gempa Bumi dan Tsunami

Reference:
Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S.P., Sitepu. 2004. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.
Departemen Energi dan Sumber Daya Meneral Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral.___Gempa Bumi dan Tsunami. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. http://images.fiqri.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/RVwIBAoKCqMAABKHCU41/buku%2Bgempa.pdf?nmid=14818055 (diakses di Goettingen, 2 Agustus 2009)
Kleinn, C. 2007. Forest Inventory. Lecture Notes for the teaching module. Institute of Forest Management Faculty of Forest Sciences and Forest Ecology.Georg August University of Goettingen, Germany
Kangas A, and M Maltamo (eds). 2006. Forest Inventory Methodology and applications. Springer. Nederland.
O’Connor, M. Spriggs and P. Veth. 2005. The Archaeology of the Aru Islands, Eastern Indonesia. Terra Australis Volume 22:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s