Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru (01)

Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru (01)
By John Dominggus Kalorbobir

Sumber daya alam (SDA) Kepulauan Aru dipengaruhi oleh faktor ecology, geografis, geology, dan topografy. Menyebabkan SDA Kepulauan Aru sangat berbeda dengan pulau-pulau lainnya di pasifik. Berdasarkan sejarah geology Aru merupakan daerah perahlian antara Papua dan Australia dipengaruhi oleh adanya pergeseran lempangan India-Australia dan lempengan Pasific, keistimewaan ini menyebabkan keanekaragaman hayati Aru mencirikan perpaduan antara Australia dan Papua (Thornton at al___). Kepulauan Aru letaknya sangat rendah dan bercorak rata, bagian tertinggi pada kepulauan Aru hanya mencapai ketinggian 241m dpl. Gugusan dengan total luas 8.563 km2 (Wikipedia.org. 2009, O’Connor. 2005), terdiri dari 5 pulau besar (P. Kola, P. Wokam, P. Kobror, P. Maekor dan P.Trangan) di kelilingi oleh 182 pulau kecil dan sangat kecil (O’Connor. 2005, Kalor. 2004. Thornton at al___).
Keadaan geoecology dan topograhy serta geology Aru yang demikian perlu dikelolah dengan memperhatikan dampak lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sendiri hingga saat ini belum memberikan perhatian khusus untuk analisis dampak lingkungan dan pelestarian sumber daya alam, sayangnya kita tidak boleh sepenuhnya melihat ini sebagai tanggungjawab Pemkab semata, karena kita baru melangkah dalam pembangunan Aru, olehnya itu maka tugas ini merupakan tanggung jawab bersama. Pemkab Kepulauan Aru sejak adanya pemekaran nampak bersemangat dalam menjalankan berbagai progam pembangunan, beberapa diantarnya adalah pembangunan 1.300 unit rumah yang diperuntukan bagi PNS dan bagi masyarakat di tahun 2009 (Berita Antara. 2009). Di tahun 2008, pemerintah kabupaten bekerja untuk masalah keluarga miskin yang diperkirakan mencapai 11.527 atau 57.735 jiwa. Tahun 2007, pembangunan listrik, yang didukung oleh pihak Kementerian PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) dengan memberikan bantuan 486 unit PLTS bagi 10 Desa di Kepulauan Aru.
Semakin maksimalnya pembangunan oleh Pemkab dan minimnya analisa dampak lingkuangan, menyebabkan sumber daya alam kepulauan Aru yang unik dan juga kaya ini akan mengalami dampak negative. Beberapa dampak negative yang sudah teridentifikasi sebagai akibat dari pembangunan, akan dirincikan secara diskriptive kualitative sebagaimana berikut:
1. Sumber Daya Kehutanan;
Hilangnya Hutan mangrove; mangrove pada umumnya mengelilingi hampir 60% dari wilayah kepulauan, hutan ini sangat sensitive dan mudah untuk mengalami kerusakan (suksesi), sebagaimana diketahui, pelestariannya terabaikan. Contoh kasus di kota Dobo, pada tahun 1989, kita masih dapat menjumpai vegetasi hutan mangrove dan sekarang ini telah dialihkan fungsinya untuk pemukiman penduduk (Fragmentasi), sehingga tidak lagi dijumpai vegetasi mangrove di sekitar kota Dobo.
Hilangnya Hutan Primer dan Sekunder; disebabkan oleh penebangan hutan untuk keperluan, pembangunan infrastucture, bahan baku rumah tinggal, kayu bakar, dan perkebunan tradisional.
2. Sumber Daya Kehidupan Liar (Keanekaragaman Hayati): Contoh kasus perdagangan satwa, disebabkan kebutuhan ekonomi dan mobilisasi orang masuk dan keluar Aru. Beberapa species terancam oleh adanya perdagangan satwa; burung cenderawasih (Paradisaea), kakatua putih atau kakatua jambul kuning (Probociger atterimus), bayan hijau dan merah (Electus rorotus), Kasuari (Casuarius casuarius). Sebenarnya ini merupakan permasalahan lama yang terabaikan akan tetapi juga dipicuh oleh perkembangan dan tuntutan kehidupan orang Aru.
3. Sumber Daya Laut
Menurunnya kualitas dan kwantitas Sumber Daya Laut (SDL); disebabkan oleh adanya aktifitas penangkap ikan (nekton) yang berlebihan dengan tidak memperhitungan aspek-aspek konservasi oleh perusahaan-perusahaan perikanan swasta di Aru dan Neyalan dari luar Kepulauan bahkan oleh orang Aru sendiri, contoh kasus menurunya populasi ekosistem terumbu karang dan lamun, menurunnya populasi ikan. Dampak lainnya perubahan garis pantai; disebebakan adanya aktivitas pengrusakan hutan mengrove dan panambangan pasir secara liar.
4. Pencemaran Lingkungan;
Dampak dari aktivitas perkotaan, perkantoran, industri, rumah tangga, dan individu, menyebabkan terjadi pencemaran oleh adanya sampah organik dan non organik, sehingga kota Dobo nampak sangat ”kotor”. Dipicu juga dengan drainage system yang belum dikembangkan dan tata ruang perkotaan yang tidak terorganisir.

References
Kalor, J. D. 2004. Sumber Daya Hayati Ikan Kakap Famili Lutjanidae di Gugus Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Jurusan biologi. Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih, Jayapura-Papua, Skripsi tidak diterbitkan
O’Connor, M. Spriggs and P. Veth. 2005. The Archaeology of the Aru Islands, Eastern Indonesia. Terra Australis Volume 22. http:// epress. anu. edu. au/ta22_citation.html. (diakses di Goettingen, 28. Agustus 2009)
Thornton Carol, Lew Hird, Bruce Foott, Malcolm Prentis, Susan Bliss, Noel De Souza, Geoffery Clarke, Ian McKee, Peter Plant, Marshall Leaver, Renata Grudic, Russell Darnley, Lin Sutherland, Tim Flannery, Peter Bastian._____Geografi Australia. Australia-Indonesia Institute.http://www.dfat.gov.au/ aii/ publications/ bab01/ index. html (diakses di Goettingen, 28. Agustus 2009).
Antara Sulawesi Selatan. 2009. Menpera akan Canangkan Pembangunan Rumah di Dobo. http://antara -sulawesiselatan. com/ Kawasan- Timur- Indonesia/ menpera- akan-canangkan- pembangunan- umah- di- dobo (diakses di Goettingen, 28. Agustus 2009).
Media Indonesia. 2008. Warga Kepulauan Aru Dapat Listrik Tenaga Surya. http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=160456 (diakses di Goettingen, 28. Agustus 2009).

3 thoughts on “Dampak Pembangunan Terhadap Sumber Daya Alam di Kepulauan Aru (01)

  1. Saya putra aru asli, ketika saya kembali ke aru beberapa tahun yang lalu banyak hal yang menbuat hati kecil saya menangis 1 tahun saya di sana, dalam 1 sisi saya senang dengan melihat perkembangan pembangunan yang begitu pesat namun ketika saya ikuti ternya di ibaratkan dengan gunung es keliatannya sangat kecil dampak negatifnya terhadap SDA dan SDM Aru sendiri tapi ternyata sangat besar, bahkan orang aru sendiri menjadi yang penghianat dan perusak,
    Aru kaya akan sumberdaya Alam namun sangat minim dengan sumberdaya Manusia, dan apabilah di manfaatkan secara maksimal sumberdaya manusia aru yang sedikit itu, Aru akan lebih berkembang dari kondisi saat ini, dan yang lebih parah lagi diskriminasi pendidikan di Aru sangat nyata, tapi anehnya orang Aru yang berwenang mala duduk di kursi pemerintahan makan uang rakyat dan menikmati fasilitas yang memadai mala pura2 buta dan tuli, ataukah emang benar2 buta dan tuli?? tidak mungkin. budaya ambon yang parlente besar sudah merasuki para pemimpin2 Aru yang akhirnya tidak pekah terhadap perkembangan Aru untuk menjadi Tuan di negri sendiri, orang asli Aru yang perpotensi membangun aru diingkirkan smuanya, yang bego, bobrok, dan goblok otaknya menjadi pejilat bagi orang Key dan AMBON. TERKUTUKLAH ORANG SEMACAM ITU.

    • Salam Sobat,
      ijinkalnlah saya untuk bertanya:-), apa rekomendasi saudara berdasarkan realita yang ada?

  2. sa hanya mengutip apa yang pernah disampaikan oleh bp Enos Akasian Bahwa tidak semua orang Aru berhati Aru dan Tidak Semua orang pendatang berhati pendatang………. sebenarnya yang menjadi masalah pokok bagi kami orang aru adalah pemalas dan tidak mau berusaha…. mungkin dipengaruhi oleh keadaan geografis alam yang mendukung mudah untuk mencari makan.
    Namun sesunguhnya supaya Tafer dengan Gasira dong tau bahwa di Kepulauan Aru kejadian di Distric Six Cape Town Afrika Selatan (kompas 01 Juli 2010) sedang terjadi di Aru bahwa etnis Tionghoa Sudah Menguasai Perekonomian, Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Kepulauan Aru.
    Artinya klo dari sekarang orang Pribumi Aru tidak bersatu maka kita akan terusir dari negeri sendiri bukan penonton lagi tapi Pengungsi. Mari Jel Ja Kaka, Tafer ja Gasira, Konar ja Gatlet mima tafarong aka Jar On eeee….Jirjir Duai Motalenga Ka Kama sinir din.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s