Category: Pembangunan Aru


Orang Aru Modern

Orang Aru Modern
Oleh: John Dominggus Kalor

Sebelum kita membahas tentang topic “Orang Aru Modern” maka sebagai pendahuluan akan dibahas tentang social dan budaya Orang Aru yang termasuk dalam rumpun Melanesia pasific dan terdiri dari 16 suku asli orang Aru (LRII, 2009), 14 bahasa local diantaranya Barakai, Batuley, Dobel language, Karey, Koba, Kola, Kompane, Lola, Lorang, Manombai, Mariri language, East Tarangan, West Tarangan, dan Ujir (http://en.wikipedia.org). Keragaman suku dan bahasa Aru asli serta kekayaan Sumber Daya Alam telah membuat kepulauan Aru begitu special dan bernilai jika dibandingkan dengan daerah lainya di Maluku dan Indonesia serta Dunia. Sejarah panjang orang Aru di mulai dari Pulau Eno-Karang dimana orang Aru mulai tersebar keseluruh kawasan kepulauan Aru. Kemudian kedatangan bangsa Tionghoa pada tahun 1600-an (Kalor 2004), disusul bangsa Belanda tahun 1623 (http://en.wikipedia.org), Bangsa Inggris 1857 (Indek. 2002), Perebutan Irian barat (Papua) tahun 1960-1963, Sentralisasi pembangunan pada era orde baru. 1968-1998, Era Reformasi 1998-saat ini, dan Pembentukan kabupaten Kepulauan Aru tahun 2003.
Kekayaan SDA dan budaya Aru yang begitu luar biasa telah memikat banyak orang sejak tahun 1600 hingga saat ini, untuk berkunjung dan kemudian menetap, mengembangkan usaha, dan mengabdi dalam pelayanan masyarakat. Diketahui telah terjadi perpaduan yang baik dalam tatanan kehidupan social budaya, agama, ekonomi, dan pendidikan antara Orang Aru asli dan Pendatang. Sangat disadari bahwa perpaduan ini juga telah menghadirkan keselahan-kesalahan kompleks yang berdampak pada ketertinggalan Orang Aru. Namun juga diakui bahwa perpaduan ini juga telah mendatangkan kebaikan bersama, misalnya perkembangan agama, pendidikan, serta secara budaya telah perjadi perpaduan budaya dengan adanya perkawinan antara Orang Aru dan pendatang, serta berbagai contoh lainnya.
Dalam era pembangunan Kabupaten Aru sejak tahun 2003 hingga saat ini, telah membangkitan semangat dari nurani Orang Aru dengan total populasi mencapai 71.393 jiwa (BPS Provinsi Maluku 2009) sehingga dalam kebersamaan yang harmonis dan saling menghormati untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Orang Aru yang dimaksudkan adalah perpaduan antara 16 suku Orang Aru asli dan berbagai rumpun suku dari Maluku, Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Sumtra dan Tionghoa telah membentuk komonitas baru yang disebut Komonitas Orang Aru moderen.
Komonitas Orang Aru moderen cenderung lebih mengutamakan kebersamaan, keadilan, ketertiban, kesopanan, kecerdasan, kedinamisan, dan kerukunan dalam beragama, serta peningkatan peran teknologi dan gender. Komonitas ini juga tidak menyetujui adanya praktek-praktek KKN dan paham primodialisme negative. Sehingga muncul suatu nilai khusus yang terintegrasi dan tercakup kedalam social budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan, seni dan agama. Secara moral dan tanggung jawab yang dipikul oleh Orang Aru Modern ini sangat berat, karena memerlukan pengorbanan dan ketulusan dalam pengabdian Pembangunan Aru. Nilai-nilai khusus ini dapat disebut sebagai nilai keunggulan Orang Aru Modern. Gejalah perubahan struktur social ini dapat pula kita sebut sebagai evolusi Orang Aru menjadi Orang Aru Moderen.

Reference:
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. 2009. Provinsi Maluku http :// maluku. bps. go. id/? cos= 4&pilih=mal (diakses di Goettingen, 25. Agustus 2009).
Indek. 2002. Cerita dari Maluku; Episode 10 – Tentang Nuhu Evav dari Tenggara. Sekitar Kita, Manusia, Budaya, dan Lingkungan. http: //sekitarkita. com/ author/ idenk/. (diakses di Goettingen, 25. Agustus 2009).
Kalor, J. D. 2004. Sumber Daya Hayati Ikan Kakap Famili Lutjanidae di Gugus Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Jurusan biologi. Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih, Jayapura-Papua, Skripsi tidak diterbitkan.
Wikipedia the free encyclopedia. 2009. Aru Islands. http: //en. wikipedia. org/ wiki/ Aru_Islands. (diakses di Goettingen, 15 September 2009).

Proposal Pembentukan  Ikatan Cendikiawan Kepulaun Aru (ICKA)

By. John Dominggus Kalor Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.